*Yang dimaksud dengan para keluarga Rasulullah..*
(وآله) وهم جميع أمة الإجابة لخبر آل محمد كل تقي أخرجه الطبراني وهو الأنسب بمقام
الدعاء ولو عاصين لأ م أحوج إلى الدعاء من غيرهم وأما في مقام الزكاة فالمراد بالآل
هم بنو هاشم وبنو المطلب
[Dan] sholawat dan salam tercurahkan untuk [para
keluarganya].
Yang dimaksud dengan para keluarga Rasulullah..
adalah seluruh umat yang menerima ajakan dakwahnya karena
adanya hadis, “Keluarga Muhammad adalah setiap orang yang
bertakwa.” Hadis ini diriwayatkan oleh Tabrani.
Pengertian keluarga Rasulullah di atas adalah yang lebih
pantas dalam maqom doa, meskipun mereka adalah orang-orang
yang bermaksiat karena orang-orang yang bermaksiat lebih
membutuhkan untuk didoakan daripada yang selain mereka.
Adapun
dalam maqom zakat, yang dimaksud dengan keluarga Rasulullah
adalah mereka yang berasal dari keturunan Bani Hasyim dan Bani
Muthollib
(تنبيه) أصل آل أهل قلبت الهاء همزة توصلاً لقلبها ألفاً ثم قلبت الهمزة ألفاً لسكونها
وانفتاح ما قبلها هذا مذهب سيبويه وقال الكسائي أصله أول على وزن جمل تحركت
الواو وانفتح ما قبلها قلبت ألفاً
(TANBIH) Asal lafadz ‘آل ‘adalah ‘أهل .‘Huruf /ھ /diganti
dengan hamzah /ء /untuk mempermudah menggantinya menjadi alif
/ /. Kemudian hamzah diganti dengan alif karena menyandang sukun
dan huruf sebelumnya berharokat fathah. Ini adalah perubahan
menurut madzhab Sibawaih.
Kisai berkata, “Asal lafadz ‘آل ‘adalah أول ‘berdasarkan
wazan dari lafad‘جمل .‘Huruf wawu ( ) menyandang harokat dan
huruf sebelumnya dibaca fathah maka huruf wawu diganti dengan alif.
Catatan..
Syekhul Islam, Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad dalam kitabnya Al Fushulul Ilmiyah wal Ushul Al Hikamiyah menyebut bahwa ahlul bait Rasulullah Saw harus dihormati dan dicintai.
لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف ولرسول الله صلى الله عليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصية بهم والحث على حبهم ومودتهم...
Ada kemuliaan tersendiri bagi ahli bait Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dan Rasulullah
صلى الله عليه وسلم memberikan perhatian (menunjukkan kepedulian) yang besar kepada mereka. Beliau juga banyak berwasiat dan mengimbau umatnya untuk mencintai dan menyayangi mereka.
Al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad juga menjelaskan,
وأما من كان من أهل هذا البيت ليس على مثل طرائق أسلافهم الطاهرين، وقد دخل عليهم شيء من التخليط الغلبة الجهل، فينبغي أيضا أن يعظموا ويحترموا لقرابتهم من رسول الله. ولا يدع المتأهل للنصيحة نصحهم وحثهم على الأخذ بما كان عليه سلفهم الصالح، من العلم، والعمل الصالح، والأخلاق الحسنة ، والسير المرضية، ويخبرهم أنهم أولى بذلك وأحق به من سائر الناس، وأن مجرد النسب لا ينفع ولا يرفع مع إضاعة التقوی، والإقبال على الدنيا، وترك السطاعات والتدنس بدنس المخالفات.
“Dan siapapun ahlul bait nabi namun ternyata pekertinya tidak selaras dengan leluhur mereka yang suci, berarti telah tercampur dalam diri mereka ketidaktahuan. Maka seyogyanya mereka tetap harus dihormati dan dimuliakan karena adanya kedekatan nasab dengan rasulullah. Dan bagi orang yang memiliki kemampuan menasihati, agar menasihati mereka dan mendorong mereka agar senantiasa berpegang teguh di jalan leluhur mereka yang salih, dengan ilmu, perbuatan baik, akhlak yang terpuji, dan tindakan yang diridhoi.” (Al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, al-Fushul al-Ilmiyyah wal Ushul al-Hikamiyyah.
Imam Syafi’i dikatakan pernah menggubah sebuah syair.
ﻭﻟﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﺪ ﺫﻫﺒﺖ ﺑﻬﻢ # ﻣﺬﺍﻫﺒﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﺑﺤﺮ ﺍﻟﻐﻲ ﻭﺍﻟﺠﻬﻞ
ﺭﻛﺒﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺳﻔﻦ ﺍﻟﻨﺠﺎ # ﻭﻫﻢ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﻰ ﺧﺎﺗﻢ ﺍﻟﺮﺳﻞ
“Ketika aku melihat pemikiran manusia telah bermuara di samudera kesesatan dan kebodohan, aku menaiki perahu keselamatan atas nama Allah.
Perahu Keselamatan itu adalah (mencintai dan mengikuti) keluarga nabi shallahu’alaihiwasallam sang penutup para rasul.
والله اعلم







0 komentar:
Posting Komentar